I KONAWE EHA ANO LAASOLO
| Tepohae`aro aalaano konaweeha ronga laasolo o`aso ikaa mataobu e uluno mata tepoweaki aro laa-laa toro aso mbu`u munde male. Kenondee motonda wuano, aso samba motonda I aalaano konawe`eha, aso samba motonda I aalaano laasolo. O aso tembo lakoroto mekini. Laa iroto mekini ao pesambepe, ro`onhho tudu itahi meoti-oti. Te`eni ito laasol, “Auki pera konawe`eha merare lako ?” tumotaha`i konawe`eha te`eni , “maa ato lakopo ona”. Te`eni ito hae laasolo , “maanggote`ipia ato lako ?” Tumotaha ito konawe`eha “ mohina mo`oru-oru. Tepokukunoikaa roroma no po`iso, iyee konawe`eha to`oto nopo`iso, ari ito hae lako mombepae-pae mbele`esu. Iyeeto aalaano konawe`eha ano molinde laa ipo moowai sauna konawe`eha iwawono po`ahara, iyepo ano tekokoni laasolo lau-lau pewangusako, nopoehaito laandundu sanuano konawe`eha. mberanoto mosa`a untno laasolo. Ano amba pili`i konawe`eha opitu o`osu ni lombano iyepo ano telua itahi. Iyeto ano konggorilaa aalaano laasolo. Noleumina`u lua itahi menggau ito konawe`eha laa melinde-linde. Pinebuangako ari opitu o`osu nilombano laasolo noluarakokee opitu o`osu sala o`asono iyeto Lalengki. TERJEMAHAN LEGENDA KALI KONAWE EHA dan KALI LAASOLO Kali Konawe`eha dan kali Laasolo bersumber dari sebuah mata air, lalu keduanya mengalir menuju kelaut. Pada kedua hulu, kedua kali itu tumbuh sebuah pohon lemon besar, tidak jauh dari sumber mata airnya. Bila buh lemon sudah masak dan berjatuhan, sebagian jatuh dikali Konawe`eha dan sebagian jatuh dikali Laasolo. Dari alkisah itulah, suatu ketika keduanya saling mencari kutu di kepala. Pada waktu itu terjadilah suatu perundingan untuk keluar menuju laut mencari kerang dan siput di pesisir pantai. Berkatalah Laasolo kepada Konawe`eha, “ Dapatkah engkau Konawe`eha berjalan cepat?” Konawe`eha menjawab, “ Nanti kita coba jalan.” Berkata lagi Laasolo, “Kalau demikian kapan kita berangkat?” menjawab Konawe`eha, “ Besok pagi.” Laasolo rupanya tertipu. Ketika malam baru tiba ia langsung tertidur dengan pulasnya. Akan tetapi, Konawe`eha mempunyai akal. Begitu malam tiba, ia tidak tidur, tetapi langsung memukai perjalanannya. Itulah sebabnya air kali Konawe`eha arusnya tampak tenang. Ttatkala Konawe`eha menembusi gunung membuat air terjun di atas pohara, Laasolo baru terjaga dari tidurnya, ternyata kali Konawe`eha sudah lama berangkat. Sementara itu terdengarlah olehnya bentuman batu-batu gunung yang berjatuhan akibat terobosan kali Konawe`eha yang sedang membuat air terjun sehingga menimbulkan amarah bagi Laasolo. Dengan sekuat tenaga, kali Laasolo berusaha mengejar kali Konawe`eha, dengan meluruskan jalannya sekalipun harus menembus tujuh buah gunung baru dapat tiba di tepi pantai. Itulah sebabnya sehingga air kali Laasolo arusnya lebih deras daripada kali Konawe`eha. Hasil pengikisan tanah dari tujuh gunung yang ditenbusinya didorong terus hingga ke laut dan terjadilah beberapa gunung dekat menaranya, di antaranya pulau Labengki. MANTRA TOLAKI 1. Mantra mo`indi Dalo nio wo`ohu Aaso ruo tolu omba Aku indiko Auwaraka mendidoha Aumorini ronga monapa Morini mbu`u mbundi, monapa mbu`u ndawaro Auwaraka mendidohan aumelaindoro, umendaa umuru 2. Mantra mondarai O`usa Wuheee……….. Ku onggo pupuriko, tumupasiko, Au pekaleako ronha mekakasako Au pesaki ako aasaki ndahi 3. Mantra mondarai Onitu Wuheee………… Imbesireako, mbediu ako Kionggo telalo, iamo ikokorunggomami Ronga kumekebai komami Inggoniu motu`o, inggami ohai | TEKA-TEKI TOLAKI Teka-teki dalam bahasa Tolaki biasa disebut dengan Singguru. Dimana Singguru ini sering digunakan oleh orang-orang yang sedang menuai padi pada zaman dahulu. Namun pada saat sekarang ini Singguru-singguru tersebut mengalani kepudaran akibat prkembangan zaman, dan hampir punah karena masyarakat suku Tolaki sudah jarang bahkan sampai tidak pernah lagi mengucapkan Singguru-singguru tersebut. 1. Tiringgidi laamune mbule haa-haano (Mosekepi lako tewuta) Terbirit-birit kesana pulang pelan-pelan (Kepepet buang air besar ) 2. O`omba kareno mano okino pelimba (Omeda) Empat kakinya tapi tidak berjalan (Meja) 3. Tuko-tukono idoodi taapinoko doa (Ousa) Tongkat-tongkatnya si Doodi tidak terhitung (Hujan) 4. Kuro-kurono idoodi mo`isa ronga eleo (Odongi) Periuk-periuknya si Doodi jatuh bersama matahari (Buah jongi) 5. Olimo wula nolako ano amba leu te asoruo ikaa seuno (Opae) Lima bulan mengembara tetapi pulang hanya satu dua jarumnya (Padi) 6. Ole-oleo momua, owingi petuhai (Osonggo) Siang hari bertengger malam hari turunnya (Peci) 7. Kuro-kurono idoodi tonda ronga ulo (Pololi) Periuk-periuknya si Doodi jatuh bersama penutup (Kayu pololi) 8. Ukaa`I no kaako (Osaha) Kamu memakannya dia blik menggigit (Lombo/cabe) 9. Tetoro kiniku lako lalo loono (Okela) Berhenti kerbaunya jalan terus talinya (Labu) 10. Mbele`esu opoo mberembui kandole (Anamanu ronga inano) Jalan duluan pocong belakangan kuntilanak (Anak ayam dan induknya) 11. O`aso tusano oruo wowa tambono (Oenge) Satu tiangnya tapi dua pintunya (Hidung) 12. Inano tinema-tema anano meopolaha monggaa (Pana api) Induklnya ditimang-timang anaknya mencari makan (Senapan) 13. Iwoi laandoe taa sinuano opua (Iwoi nggaluku) Air diudara tidak menemukan air (Air kelapa) 14. Manu-manu momea moia itado horo (Tai niwule) Burung-burung merah tinggal dibawah lantai (Sisa makan sirih) 15. Ukii`I merambi au amba lako mondae (Ogawu) Dilihat dekat tapi didekati menjauh (Kabut) 16. Upeaikee nopeaniko`o (Mondonduri) Kamu menariknya dia balik menarikmu (Memancing) 17. Asondari kaluku lumolo`I dunia (Owula) Seiris kelapa keliling dunia (Bulan sabit) 18. Melimbako melimba`I (Raoa) Kamu berjalan dia mengikut (Bayangan) 19. Inggo`o wuli`I inaki kumii`I (Mototao) Kamu yang buka saya yang lihat (Tertawa) 20. Ipu`uno owuta itongano okasu imumuno owuta (Otete) Dipangkalnya tanah ditengahnya kayu dipuncaknya tanah (Jembatan) 21. Pesinggotekona aku pewiso (Osisi) Renggangkan saya masuk (Cincin) 22. Moisa iloluno nlolaha`I wawono (Okilo) Jatuhnya kebawah tapi dicarinya diatas (Timbangan) 23. Opitu aahua o`aso ikaa ininu (Osuli) Tujuh liang sumur hanya satu yang diminum (Suling) 24. Ato watu horo watu (Kolopua) Atap batu lantai batu (Kura-kura) 25. Leu`I tumoko mane`I mbulaika (Lasandumoko) Datang menumpang malah membunuh tuan rumah (Benalu) 26. Kiniku wila merano ine ranoku wila (Obonggo) Kerbau putih berkubang dikubangan putih (Bengkuang) 27. Tambuoki padeno mano melaika watu (Oane) Tidak punya parang tapi berumah batu (Rayap) 28. Ipu`uno oue itongano owuta imumuno kaluku (Kurowuta) Dipangkalnya rotan ditengahnya tanah dipuncaknya kelapa (Periuk tanah) 29. Tolewa dumodapa meolo sambanggae (Osowi) Kupu-kupu merayap diantara jari-jari (Ani-ani/pemotong padi) 30. O omba kiniku merano o aso metotoa (Mekunggu) Empat kerbau berkubang satu mengawasi (Mengepal) |


he hee, nice post, izin copast inggomiu... :)
BalasHapusmantap postingannya,
BalasHapus