Selamat datang.............!!!!/b>

Minggu, 14 November 2010

Festival drama, salah satu upaya mengembangkan potensi siswa


Suasana sore yang cukup mendung, tidak menyurutkan semangat para peserta festival drama tingkat sekolah yang diadakan pada tanggal 27 Oktober 2010 kemarin. Hujan deras yang mengguyur kota kendari sore itu, seakan menjadi  pendorong bagi para peserta untuk tetap mengikuti kegiatan tersebut. festival yang diikuti oleh peserta dari kalangan pelajar ini digelar pada tanggal 26-27 Oktober 2010 bertempat di aula Taman Budaya Propinsi Sulawesi tenggara dengan menghadirkan Syaifudin Gani sebagai salah satu juri pada acara tersebut.Acara yang diikuti oleh 10 peserta ini berlangsung cukup meriah karena para peserta  mengusung tema yang beragam. Salah satu peserta pada festival drama ini yaitu dari SMP N 3 Lambuya, yang mengambil tema STEL (Selera Tinggi Ekonomi Lemah) yang disutradarai oleh Hardiman S.Pd, yang juga adalah seorang guru di sekolah tersebut.  Salah satu pemain mengaku sekolah mereka menjalani latihan selama kurang lebih 1 minggu dengan jadwal latihan yang sangat intensif. Hal ini dilakukan agar mereka bisa tampil secara maksimal mengingat jadwal pagelaran yang sangat singkat. Akan tetapi, hal itu bahkan menjadi motivasi bagi grup mereka.Sebagai peserta lomba, Ayu mengaku sangat bangga bisa mengikuti festival drama  tersebut, karena dirinya dapat menambah ilmu tentang kemampuan bermain dramanya yang memang sejak dulu sudah ia lakoni, karena berakting adalah salah satu pelajaran yang Ia sukai sekaligus menjadikannya sebagai salah satu hobinya.
Acara ini berlangsung selama 2 hari ini, akan beakhir dengan pembacaan pemenang festival drama pada pukul 23:00 Wita atau setelah seluruh peserta festival menampilkan ceritanya. Akhirnya para juri mengumumkan bahwa pemenanng festival drama tersebut adalah peserta dari SMP N 3 Lambuya. Kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan minat dan semangat para siswa untuk terus mengembangkan bakat seni peran yang mereka miliki agar potensi yang ada, tidak terkubur tanpa ada upaya untuk mengembangkannya menjadi suatu keterampilan sekaligus menjadikannya sebuah kegiatan yang menyenangkan.
Kegiatan tersebut tentu saja mengundang perhatian dari berbagai kalangan, tidak sedikit orang yang menyaksikan acara tersebut, baik dari kalangan pelajar sebagai pendukung tiap-tiap utusan, mahasiswa, masyarakat, dan tidak ketinggalan para orangtua siswa yang sangat antusias menyemangati anak-anak mereka. Bukan tidak mungkin ini adalah dukungan yang sangat besar kepada anak untuk terus berkarya lebih baik lagi.


ALRIANA


Sabtu, 25 September 2010

Perencanaan, pembinaan dan pengembangan bahasa, bentuk-bentuk usaha kegiatan penggunaan bahasa, hambatan-hambatan dalam usaha pembinaan bahasa serta solusi atas hambatan pembinaan dan penilaian bahasa.

Pihak perencanaan bahasa dapat berupa badan pemerintah yang resmi yang secara khusus ditugasi mengembangkan dan memajukan bahasa dan pemakaian, atau pihak diluar pemerintah yang baik secara berkelompok maupun secara perorangan berperan dalam perencanaan pengembangan atau penggunaan bahasa sesudah proklamasi kemerdekaan pemerintah RI membentuk Panitia Pekerja Bahasa Indonesia pada tahun 1947 untuk mengembangkan peristilahan, menyusun tata bahasa sekolah, dan mempersiapkan kamus baru untuk keperluan pelajaran bahasa indonesia disekolah.

Disamping itu, diterbitkan pada tahun 1901 kitab logat melajoe , sebuah daftar kata menurut ejaan yang di anggapnya baku yang diterbitkan oleh Van Ophuijsen yang pernah jadi inspektur sekolah melayu di Sumatra, menyusun rencana ejaan bahasa melayu  dengan huruf arab dan latin,yang masing-masing terbit pada tahun 1882 dan 1902. Buku tersebut menjadi buku pegangan yang banyak dipakai orang dalam meningkatkan pengembangan bahasa.

Jika dipandang dari jurusan khalayak sasaran, perencanaan dan pembinaan bahasa dapat di arahkan kepada golongan penutur asliatau yang bukan penutur asli, kepada orang yang masih bersekolah ataukepada orang dewasa, kepada kaum guru di berbagai tingkat persekolahan , kepada kalangan komunikasi media massa seperti majalah, penyiar dan pewara (berita), kepada khalayak di bidang industri, perniagaan, penerbitan, dan perpustakaan dan mungkin juga kepada lingkungan sastrawan. Penentuan aspek seni bahasa dan khalayak sasaran denngan cermat sebelumnya berpengaruh terhadap penentuan apakah rencana itu berjangka pendek atau berjangka panjang.

Adapun kelemahan  dan kendala yang sering disebut selama ini dan belum seluruhnya dapat di atasi hingga saat ini adalah :

1.      Dari segi bahasa

Terlihat bahwa pembakuan ejaan, kosa kata dan istilah serta tata bahasa yang selama ini agaknya masih mengandung kelemahan sebagai bahasa baku, terutama masalah relevansinya dengan kebutuhan warga masyarakat indonesia dan kebututhan pembangunan.

2.      Dari segi warga pemakai bahasa indonesia

Sikap sebagian besar warga rakyat indonesia yang bangga menggunakan bahasa asing, terutama bahasa inggris, tetapi kurang bangga menggunakan bahasa indonesia merupakan kelemahan dalam pengimplementasian hasil-hasil pembakuan bahasa indonesia selama ini.

3.      Dari segi pelaksana

Status dan wibawa Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa hingga sekarang masih mengandung berbagai kelemahan sebagai pusat nasional pembinaan dan pengembangan bahasa di indonesia pada umumnya dan pembakuan bahsa indonesia pada khususnya, terutama dalam masalah pemerataan kegiatan dan hasil kegiatan pembinaan dan pengembangan bahasa serta dalam hal pengelolaan tenaga dan sumber daya lain.

4.      Dari  segi proses perencanaan bahasa

Proses perencanaan pembakuan bahasa indonesia agaknya masih mengandung kelemahan dalam hal pengawasan, penilaian, dan pengukuhan.

5.      Dari segi ketenagaan

Masih sedikit tenaga ahli yang terlibat dalam kegiatan pembinaan dan pengembangan dan atau pembakuan bahasa indonesia yang benar-benar ahli dan profesional dalam bidang yang di tugaskan padanya.

 Karena itu, agar hasil pembakuan bahasa dapat mencapai sasarannya, perencanaan penyusunannya harus di perinci berdasarkan klasifikasi cabang ilmu yang cermat ( Moeliyono 1978 ) perencanaan jangka waktu, pada gilirannya, mempengaruhi kesediaan pemberi dana yang harus membiayai proses pengembangan dan pembinaan bahasa selama ke tiga tahapnya. Jika badan perencanaan kebahasan berfungsi didalam rangka pembangunan nasional dan berwenang mengadakan kerja sama yang terpadu dengan instansi pemerintah yang lain, maka perencanaan bahasa itu akan bertambah dimensinya dengan misalnya, perencanaan penyusunan kurikulum pengajaran bahasa, penyusunan buku pelajaran bahasa, pengadaan guru bahasa, atau penataran guru bahasa, supaya mampu mengajarkan hasil kodifikasi yang baru disekolah. Kitapun dapat merencanakan pembinaan pemakaian bahasa di bidang penyuluhan dan pengajaran bahasa.

Walaupun usaha pembakuan bahasa terutama ditujukan pada ragam bahasa tulisan, pembinaan bahasa dalam arti penyebaran wilayah pemakaiannya menyangkut kedua jenis ragam itu yaitu ragam tulisan dan ragam lisan. Lagi pula, pembinaan berencana bahasa kebangsaan diantara golongan masyarakat latar budaya dan tingkat keberaksaraannya berbeda-beda harus memperhitungkan pilihan antara ragam tulisan dam ragam lisan.pelapisan jenjang pendidikan pada tingkat dasar, menengah, dan tinggi yang ada merupakan variabel pula dalam penyusunan rencana pengembangan dan pembinaan bahasa.

Seandainya dalam pembinaan bahasa, yang termasuk tugas badan pembinaan dan pengembangan bahasa, juga dimasukan masalah pengajaran bahasa, maka dalam tarafpelaksanaan juga akan dilakukan kegiatan yang berkenaan dengan pengembangan kurikulum pengajaran bahasa, penyusunan buku pelajaran bahasa yang bertingkat-tingkat, dan mungkin juga pedoman terjemahan jika ada program penerjemahan yang direncanakan pada akala besar. Jika penelitian pengajaran bahasa, atau pengelolaannya ada di tangan berbagai pihak, maka demi keserasian pembinaan bahasa, badan pengembang dan pembina bahasa harus berusaha agar sekurang-kurangnya ada kerja sama sehingga, para penyusun buku pelajaran mau menggunakan istilah-istilah yang sudah disahkan oleh badan tersebut.

Tolok yang harus dicontoh itu terdiri atas dua jenis yakni ragam lisan dan tulisan. Tolok yang pertama diwujudkan oleh penutur teladan, sedangkan tolok yang kedua diperoleh di dalam berbagai ragam wacana. Kedua arus tersebut pengaruh-mempengaruhisehingga mungkin terjadi persaingan antara kata, istilah, frase atau ungkapan yang dihasilkan oleh kedua sumber tersebut. di dalam persaingan itulah sikap media massa sebagai penyalur sering menentukan nasib bentuk-bentuk bahasa yang baru. Jika unsur itu diterima oleh media massa, maka bentuk itu mendapat peluang besar untuk berpadu kedalam korpus bahasa, jika tidak maka bentuk itu akan hilang dari pemakaian umum selang beberapa waktu.

 Oleh Karena itu, perencanaan dan pembinaan bahasa sepatutnya didasari oleh pengenalan tata nilai yang hidup di dalam masyarakat, sikap orang terhadap bahasa yang direncanakan pengembangan dan dan pembinaannya, dan ganjaran yang dapat diberikan jika orang mau menerima hasil kodifikasi dan menggunakannya dalam hidupnya setiap hari.

Keadaan ekonomi dari sudut pandangan perbedaan tingkat kelas sosial, perbedaan kawasan yang mudah dan yang sukar dicapai oleh alat angkutan, serta perbedaan antara golongan penduduk yang mobil dan statis akan mempengaruhi kadar lajunya tahap perencanaan dan pengembangan bahasa. Tingkat penguasaan bahasa baku yang tinggi misalnya, akan sukar dicapai oleh orang yang tinggal didaerah terpencil dan yang tidak mampu membeli buku pegengan yang dihasilkan (Sibayan 1978).

Pentingnya survai sosiolinguistik di dalam pengumpulan data untuk perencanaan bahasa tidak perlu disangsikan lagi. Hal itu khususnya berlaku jika survai itu dimaksudkan untuk mempengaruhi putusan yang menyangkut garis haluan resmi pemerintah para pejabat di dalam hal ini harus ikut dalam proses penetapan sasaran, pencarian dana, dan penarikan tenaga.

Berdasarkan identifikasi masalah dan dengan bertumpu pada analisis data sosiolinguistik yang telah tersebut di atas kemudian ditentukan garis haluan atau kebijakan yang akan dianut dibidang pengembangan atau pun perencanaan bahasa sehingga dapat menghasilkan suatu perencanaan bahasa yang sesuai dengan konteks budaya serta menyesuaikan dengan keberagaman budaya nasional yang selama ini ada di indonesia serta dapat menyatukan perbedaan-perbedaan budaya menjadi suatu kesatuan yang utuh.































LEGENDANO I KONAWEEHA ANO LAASOLO

I KONAWE EHA ANO LAASOLO





Tepohae`aro aalaano konaweeha ronga laasolo o`aso ikaa mataobu e uluno mata tepoweaki aro laa-laa toro aso mbu`u munde male. Kenondee motonda wuano, aso samba motonda I aalaano konawe`eha, aso samba motonda I aalaano laasolo. O aso tembo lakoroto mekini. Laa iroto mekini ao pesambepe, ro`onhho tudu itahi meoti-oti. Te`eni ito laasol, “Auki pera konawe`eha merare lako ?” tumotaha`i konawe`eha te`eni , “maa ato lakopo ona”.

Te`eni ito hae laasolo , “maanggote`ipia ato lako ?” Tumotaha ito konawe`eha “ mohina mo`oru-oru. Tepokukunoikaa roroma no po`iso, iyee konawe`eha to`oto nopo`iso, ari ito hae lako mombepae-pae mbele`esu. Iyeeto aalaano konawe`eha ano molinde laa ipo moowai sauna konawe`eha iwawono po`ahara, iyepo ano tekokoni laasolo lau-lau pewangusako, nopoehaito laandundu sanuano konawe`eha. mberanoto mosa`a untno laasolo. Ano amba pili`i konawe`eha opitu o`osu ni lombano iyepo ano telua itahi. Iyeto ano konggorilaa aalaano laasolo. Noleumina`u lua itahi menggau ito konawe`eha laa melinde-linde. Pinebuangako ari opitu o`osu nilombano laasolo noluarakokee opitu o`osu sala o`asono iyeto Lalengki.






TERJEMAHAN


LEGENDA KALI KONAWE EHA dan KALI LAASOLO



Kali Konawe`eha dan kali Laasolo bersumber dari sebuah mata air, lalu keduanya mengalir menuju kelaut. Pada kedua hulu, kedua kali itu tumbuh sebuah pohon lemon besar, tidak jauh dari sumber mata airnya. Bila buh lemon sudah masak dan berjatuhan, sebagian jatuh dikali Konawe`eha dan sebagian jatuh dikali Laasolo. Dari alkisah itulah, suatu ketika keduanya saling mencari kutu di kepala. Pada waktu itu terjadilah suatu perundingan untuk keluar menuju laut mencari kerang dan siput di pesisir pantai. Berkatalah Laasolo kepada Konawe`eha, “ Dapatkah engkau Konawe`eha berjalan cepat?” Konawe`eha menjawab, “ Nanti kita coba jalan.”

Berkata lagi Laasolo, “Kalau demikian kapan kita berangkat?” menjawab Konawe`eha, “ Besok pagi.” Laasolo rupanya tertipu. Ketika malam baru tiba ia langsung tertidur dengan pulasnya. Akan tetapi, Konawe`eha mempunyai akal. Begitu malam tiba, ia tidak tidur, tetapi langsung memukai perjalanannya. Itulah sebabnya air kali Konawe`eha arusnya tampak tenang. Ttatkala Konawe`eha menembusi gunung membuat air terjun di atas pohara, Laasolo baru terjaga dari tidurnya, ternyata kali Konawe`eha sudah lama berangkat.

Sementara itu terdengarlah olehnya bentuman batu-batu gunung yang berjatuhan akibat terobosan kali Konawe`eha yang sedang membuat air terjun sehingga menimbulkan amarah bagi Laasolo. Dengan sekuat tenaga, kali Laasolo berusaha mengejar kali Konawe`eha, dengan meluruskan jalannya sekalipun harus menembus tujuh buah gunung baru dapat tiba di tepi pantai. Itulah sebabnya sehingga air kali Laasolo arusnya lebih deras daripada kali Konawe`eha. Hasil pengikisan tanah dari tujuh gunung yang ditenbusinya didorong terus hingga ke laut dan terjadilah beberapa gunung dekat menaranya, di antaranya pulau Labengki.











MANTRA TOLAKI



1. Mantra mo`indi Dalo nio wo`ohu

Aaso ruo tolu omba Aku indiko

Auwaraka mendidoha

Aumorini ronga monapa

Morini mbu`u mbundi, monapa mbu`u ndawaro

Auwaraka mendidohan aumelaindoro, umendaa umuru


2. Mantra mondarai O`usa

Wuheee………..

Ku onggo pupuriko, tumupasiko,

Au pekaleako ronha mekakasako

Au pesaki ako aasaki ndahi


3. Mantra mondarai Onitu

Wuheee…………

Imbesireako, mbediu ako

Kionggo telalo, iamo ikokorunggomami

Ronga kumekebai komami

Inggoniu motu`o, inggami ohai






TEKA-TEKI TOLAKI



Teka-teki dalam bahasa Tolaki biasa disebut dengan Singguru. Dimana Singguru ini sering digunakan oleh orang-orang yang sedang menuai padi pada zaman dahulu. Namun pada saat sekarang ini Singguru-singguru tersebut mengalani kepudaran akibat prkembangan zaman, dan hampir punah karena masyarakat suku Tolaki sudah jarang bahkan sampai tidak pernah lagi mengucapkan Singguru-singguru tersebut.



1. Tiringgidi laamune mbule haa-haano (Mosekepi lako tewuta)

Terbirit-birit kesana pulang pelan-pelan (Kepepet buang air besar )

2. O`omba kareno mano okino pelimba (Omeda)

Empat kakinya tapi tidak berjalan (Meja)

3. Tuko-tukono idoodi taapinoko doa (Ousa)

Tongkat-tongkatnya si Doodi tidak terhitung (Hujan)

4. Kuro-kurono idoodi mo`isa ronga eleo (Odongi)

Periuk-periuknya si Doodi jatuh bersama matahari (Buah jongi)

5. Olimo wula nolako ano amba leu te asoruo ikaa seuno (Opae)

Lima bulan mengembara tetapi pulang hanya satu dua jarumnya (Padi)

6. Ole-oleo momua, owingi petuhai (Osonggo)

Siang hari bertengger malam hari turunnya (Peci)

7. Kuro-kurono idoodi tonda ronga ulo (Pololi)

Periuk-periuknya si Doodi jatuh bersama penutup (Kayu pololi)

8. Ukaa`I no kaako (Osaha)

Kamu memakannya dia blik menggigit (Lombo/cabe)

9. Tetoro kiniku lako lalo loono (Okela)

Berhenti kerbaunya jalan terus talinya (Labu)

10. Mbele`esu opoo mberembui kandole (Anamanu ronga inano)

Jalan duluan pocong belakangan kuntilanak (Anak ayam dan induknya)

11. O`aso tusano oruo wowa tambono (Oenge)

Satu tiangnya tapi dua pintunya (Hidung)

12. Inano tinema-tema anano meopolaha monggaa (Pana api)

Induklnya ditimang-timang anaknya mencari makan (Senapan)

13. Iwoi laandoe taa sinuano opua (Iwoi nggaluku)

Air diudara tidak menemukan air (Air kelapa)

14. Manu-manu momea moia itado horo (Tai niwule)

Burung-burung merah tinggal dibawah lantai (Sisa makan sirih)

15. Ukii`I merambi au amba lako mondae (Ogawu)

Dilihat dekat tapi didekati menjauh (Kabut)

16. Upeaikee nopeaniko`o (Mondonduri)

Kamu menariknya dia balik menarikmu (Memancing)

17. Asondari kaluku lumolo`I dunia (Owula)

Seiris kelapa keliling dunia (Bulan sabit)

18. Melimbako melimba`I (Raoa)

Kamu berjalan dia mengikut (Bayangan)

19. Inggo`o wuli`I inaki kumii`I (Mototao)

Kamu yang buka saya yang lihat (Tertawa)

20. Ipu`uno owuta itongano okasu imumuno owuta (Otete)

Dipangkalnya tanah ditengahnya kayu dipuncaknya tanah (Jembatan)

21. Pesinggotekona aku pewiso (Osisi)

Renggangkan saya masuk (Cincin)

22. Moisa iloluno nlolaha`I wawono (Okilo)

Jatuhnya kebawah tapi dicarinya diatas (Timbangan)

23. Opitu aahua o`aso ikaa ininu (Osuli)

Tujuh liang sumur hanya satu yang diminum (Suling)

24. Ato watu horo watu (Kolopua)

Atap batu lantai batu (Kura-kura)

25. Leu`I tumoko mane`I mbulaika (Lasandumoko)

Datang menumpang malah membunuh tuan rumah (Benalu)

26. Kiniku wila merano ine ranoku wila (Obonggo)

Kerbau putih berkubang dikubangan putih (Bengkuang)

27. Tambuoki padeno mano melaika watu (Oane)

Tidak punya parang tapi berumah batu (Rayap)

28. Ipu`uno oue itongano owuta imumuno kaluku (Kurowuta)

Dipangkalnya rotan ditengahnya tanah dipuncaknya kelapa (Periuk tanah)

29. Tolewa dumodapa meolo sambanggae (Osowi)

Kupu-kupu merayap diantara jari-jari (Ani-ani/pemotong padi)

30. O omba kiniku merano o aso metotoa (Mekunggu)

Empat kerbau berkubang satu mengawasi (Mengepal)

Minggu, 29 Agustus 2010

pidato narkoba

Assalamualaium Warahmatullahi Wabarakatu

Yang terhormat Bapak/Ibu Guru dan teman-teman yang sama berbahagia.

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas ridho dan karunia-Nyalah pada kesempatan kali ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal afiat.

Saya pribadi merasa bahagia atas kepercayaan yang diberikan kepada saya guna memberikan pengarahan serta bertatap muka langsung dengan teman-taman sebagai generasi muda harapan bangsa dan Negara.

Narkoba menjadi isu yang marak dibicarakan saat ini, atas dasar itu kali ini saya akan membawakan pidato berjudul “bahaya narkoba bagi generasi muda”

Temen-teman sekalian

Perlu teman-teman ketahui bawasanya saat ini narkoba mulai melanda masyarakat kita terutama generasi muda. Padahal, kita sebagai generasi muda merupakan masa depan bagi bangsa ini. Jika generasi muda kuat, sehat, dan cerdas, maka masa depan bangsa akan cerah. Sebaliknya, jika para remaja dan pemuda lemah dan bodoh, maka masa depan bangsa kita akan suram.

Hingga sekarang, penyalahgunaan narkoba semakin luas di masyarakat kita, terutama semakin banyak di kalangan para remaja yang sifatnya ingin tahu dan ingin coba-coba. Banyak yang menjadi sebab dan alasan mengapa banyak generasi muda kita yang terjerumus ke bahan terlarang dan berbahaya ini dan tidak mampu melepaskan diri lagi dari jeratan benda terlarang itu. Banyak yang menjadi alasan mengapa generasi muda terjerumus ke dalam narkoba. Misalnyha saja, narkoba sudah dianggap sebagai suatu gaya hidup (life style) masa kini, dibujuk orang agar merasakan manfaatnya, ingin lari dari masalah yang ada, bahkan hanya sekedar untuk merasakan kenikmatan sesaat, akibatnya si pemakai menjadi ketergantungan dan tidak ada keinginan untuk berhenti. Selain alasan-alasan itu, mungkin masih banyak alasan lain lagi.


Teman-teman sekalian


Narkoba adalah perusak kehidupan manusia. Narkoba sendiri punya berbagai efek negatif. Pertama, yaitu dampak buruk bagi pelakunya sendiri, dimana narkoba bisa merusak syaraf. bahkan dapat mengakibatkan cacat permanen pada otak. Kedua, dampak buruk bagi masyarakat dan lingkungan, semakin tingginya tingkat kriminalitas. Seorang pengguna narkoba yang sudah dalam taraf kecanduan akan selalu berusaha mendapatkan barang haram tersebut dengan menghalalkan berbagai cara, kalau perlu mencuri, mencopet dan merampok. Selain itu, bisa meningkatkan penularan AIDS dan berbagai macam penyakit di masyarakat.

Mengingat betapa dahsyatnya bahaya yang akan ditimbulkan oleh Narkoba dan betapa cepatnya tertular kapada para generasi muda, maka diperlukan upaya-upaya konkrit untuk mengatasi hal ini. Upaya-upaya yang dapat kita lakukan untuk menanggulanya misalnya:


1. Meningkatkan iman dan taqwa melalui pendidikan agama dan keagamaan baik di sekolah maupun di masyarakat.

2. Meningkatkan peran keluarga melalui perwujudan keluarga sakinah, sebab peran keluarga sangat besar terhadap pembinaan diri seseorang. Hasil penelitia menunjukkan bahwa anak-anak nakal dan brandal pada umumnya adalah berasal dari keluarga yang berantakan (broken home).

3. Penanaman nilai sejak dini bahwa Narkoba adalah haram sebagaimana haramnya Babi dan berbuat zina.

4. Meningkatkan peran orang tua dalam mencegah Narkoba, di Rumah oleh Ayah dan Ibu, di Sekolah oleh Guru dan di masyarakat oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat serta aparat penegak hukum.


Teman-teman sekalian


Jika teman-taman menerapkan beberapa upaya-upaya tersebut, maka saya sudah pastikan generasi muda kita akan terhindar dari bahaya narkoba. Selain itu, diharapkan peran orang tua untuk selalu memperhatikan pergaulan anak-anaknya.


Sebagai penutup, saya berpesan marilah kita mencamkan hal-hal yang telah saya uraikan dan sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan kita.


Narkoba NO……..!!!!!, prestasi YES….....!!!!!


Sekian dan terimakasi.


Asalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu